Sebenarnya kejadian ini sudah terjadi beberapa waktu yang lalu, hanya kesannya masih terasa sampai sekarang.
Saat itu PDA Phone HP IPAQ hw6515 saya rusak, maklum produk tua. Handphone tersebut sering restart dan powernya hilang.
Saya minta tolong OB kantor kami untuk menservisnya ke Hewlett-Packard Service Center di Menara Bank Danamon, Mega Kuningan.
Jam 11.00 pagi OB berangkat, jam 12.00 saya ditelepon seorang wanita, sayang namanya saya lupa, teknisi dari HP Service Center. Dia beritahu kerusakan handphone saya, dan tanya spare part yang rusak apa mau langsung diganti, dia juga tanya apakan handphone saya akan segera dipakai?
Saya jawab semuanya dengan.....ya
Sampai jam 16.00, OB kami itu belum balik kantor, saya coba hubungi handphonya, tapitidak bisa.
Karena handphone mau saya pakai, maka dengan sedikit kesal, si OB terus saya tunggu.
Jam 20.00, OB kami datang.
Sebelum sempat saya tanya kemana saja selama ini, si OB sudah cerita dulu, kalau dia nunggu handphone saya selesai diperbaiki. Dan hebatnya, tinggal dia sendiri yang nunggu di tempat itu.
Waktu saya tanya OB, kenapa si 'mbak' teknisi mau menyelesaikai perbaikan handphone saya hari itu juga, kata si 'mbak' teknisi, kalau handphone saya akan segera dipakai.
Wah, saya salut dengan cara 'mbak' teknisi melayani customernya. Tentu hal ini tidak lepas dari 'kultur perusahaan' yang diciptakan oleh Hewlett-Packard.
Saya jadi bermimpi, kapan perusahaan-perusahaan nasional kita bisa punya 'kultur' seperti mereka, perusahaan multinational?
SDLC (Software Development Life Cycle) adalah siklus dari pembuatan system/software yang sebaiknya dilakukan jika ingin membuat aplikasi, apalagi aplikasi dalam skala besar.
Dijual laptop second, Acer bla...bla..., kondisi mulus, baru dipakai 5 bulan. lengkap